pencil1

Final Artwork

Istilah-istilah umum dalam dunia desain dan percetakan yang perlu diketahui:

 

BLEED

Bleed adalah area desain di luar garis potong yang berfungsi untuk mengantisipasi bergesernya tingkat akurasi pada saat hasil cetak dipotong.

Ukuran bleed pada umumnya adalah 3mm di setiap sisi (atas, bawah, kiri, kanan).

Contoh: Ukuran jadi desain Anda adalah 21×15 cm. Bila ditambah bleed maka ukuran dokumen Anda akan menjadi 21.6 x 15.6 cm.

 

CMYK, 300dpi, TIFF

CMYK: merupakan format warna yang dapat dikenal oleh mesin cetak (format RGB adalah format warna monitor & hanya dapat digunakan pada media digital seperti website, gadget, dsb.).
300 dpi: merupakan patokan standar cetak dunia agar sebuah desain layak cetak.
TIFF: format file berkualitas tinggi yang dianjurkan apabila Anda memiliki tautan/link desain (format JPEG memiliki kualitas yang lebih rendah dibandingkan format TIFF).

 

CROP MARKS (TANDA POTONG)

Crop Marks sangat membantu sebagai patokan saat hasil cetak hendak dipotong. Saat ini hampir semua program desain telah memiliki fasilitas pembuatan crop marks secara otomatis. Namun apabila dilakukan secara manual, gunakan swatch colour ??Registration?? atau C=100, M=100, Y=100, K=100. Panjang garis cukup 5mm dengan tipe hairline (0,25pt).

 

CONVERT TULISAN & EKSPOR KE PDF

Saat membuat Final Artwork, font harus diconvert. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi tulisan yang hilang pada saat file dibuka di percetakan. Ingatlah untuk selalu sertakan jenis-jenis font yang Anda gunakan dan disimpan di dalam folder tersendiri ketika file desain tersebut dikirim ke percetakan.
Saat ingin mengirimkan Final Artwork ke percetakan, sangat disarankan agar Anda mengirimkannya dalam bentuk PDF dengan resolusi tinggi. Pastikan sebelumnya bahwa tulisan sudah diconvert sebelum melakukan ekspor file ke dalam bentuk PDF, agar tidak terjadi missing font.

PRE-PRESS

Pre-press merupakan tahapan pertama dalam proses cetak di mana semua elemen desain (tulisan & gambar) diperiksa kelayakannya untuk naik cetak. Prosesnya dimulai saat sebuah final artwork di-package dan dikirimkan ke percetakan. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi kualitas gambar, komposisi warna, ketepatan pengaturan ukuran lembar kerja, pengaturan kateren (bila lebih dari 4 halaman), dan detil teknis lainnya.

Setelah komponen-komponen ini diperiksa dan dinyatakan layak cetak, maka proses akan dilanjutkan ke proses proofing untuk disetujui klien (jika masih ada perubahan, maka sebaiknya paling lambat dilakukan pada tahap ini). Setelah klien menyetujui proof tersebut, maka proses pembuatan plat cetak dimulai. Pada saat plat cetak sudah dibuat, maka proses produksi yang sebenarnya telah dimulai sehingga pada tahap ini proses revisi sudah tidak dapat lagi dilakukan.

 

PRESS

Tahap pertama pada proses cetak ini dikenal dengan istilah ??Make-Ready Process??, yang meliputi: pembuatan plat cetak, pemasangan plat ke mesin cetak, pemotongan kertas dan proses pengisian kertas ke mesin cetak, pengaturan tinta, serta proses penyesuain warna hingga diperoleh kestabilan tinta cetak sesuai standar yang diinginkan di atas kertas sesuai proof yang telah disetujui oleh klien.

Saat warna yang diinginkan sudah diperoleh, maka proses cetak sesuai kuantitas yang tertera pada spesifikasi akan berlangsung.

 

POST-PRESS

Proses post-press ini juga dikenal dengan istilah proses penyelesaian. Pada tahap ini, lembaran hasil cetak akan diolah ke dalam bentuk jadi sesuai spesifikasi yang telah disetujui oleh klien, misalnya: pemotongan hasil cetak ke ukuran jadi, proses laminasi, pond, foil, emboss, serta proses jilid. Setelah proses penyelesaian ini selesai, maka produk siap dipak dan dikirimkan kepada klien.

 

VEKTOR

Gambar vektor dibentuk dari berbagai komponen-komponen individu yang terdiri dari berbagai garis, bentuk & warna. Tidak bergantung pada resolusi (mengubah ukuran tidak akan memengaruhi kualitas gambar). Ukuran file lebih kecil. Tidak dapat digunakan untuk reproduksi foto realistik (realistic photo reproduction).

 

BITMAP

Gambar bitmap terdiri dari kumpulan titik-titik warna (dots) yang disebut pixel.
Dikenal juga dengan istilah Raster Image. Sangat bergantung pada resolusi (mengubah ukuran /resize akan sangat berpengaruh pada kualitas gambar). Foto dan hasil scan merupakan gambar bitmap.

Tips: Untuk body text gunakanlah format vektor agar saat dicetak hasilnya lebih bagus. Teks dalam bentuk vektor dapat dibuat melalui program In-design, Illustrator, Corel Draw & Freehand.

 

PANDUAN FORMAT FILE

.JPEG: Singkatan dari Joint Photography Expert Group. JPEG merupakan format kompresi file yang umumnya digunakan dalam gambar fotografi. Memiliki kualitas yang lebih rendah daripada file TIFF.

.PSD: File bitmap yang dihasilkan dari Adobe Photoshop dan biasanya digunakan untuk digital imaging karena format ini memiliki semua fasilitas yang dibutuhkan dalam digital imaging.

.TIFF: Singkatan dari Tagged Image File Format. Merupakan format file berkualitas tinggi untuk kategori file bitmap yang dianjurkan dalam industri cetak.

.PNG: Singkatan dari Portable Network Graphics. Merupakan format file yang dirancang untuk memindahkan file dalam dunia online/internet (website, dsb.) dan memiliki dukungan transparansi. File ini tidak dianjurkan dalam industri cetak.

.GIF: Singkatan dari Graphics Interchange Format. Merupakan format file yang dikhususkan juga untuk dunia online/internet dan dapat digunakan untuk animasi. File ini juga memiliki dukungan transparansi seperti .png, hanya saja dengan kualitas yang lebih rendah.

.INDD: File dengan format ini dihasilkan dari program Adobe In-design. Merupakan aplikasi terbaik untuk membuat berbagai jenis layout mulai dari brosur hingga buku yang memiliki banyak halaman.

.AI: File yang dihasilkan dari program Adobe Illustrator. File ini dirancang khusus untuk single page, vector-based drawing yang dapat mengolah file jenis .eps dan .pdf. Fasilitas layer yang mirip seperti photoshop menjadikannya aplikasi terbaik untuk membuat ilustrasi vektor dan pembuatan logo.

.EPS: Singkatan dari Encapsulated Post Script. Merupakan format standar yang biasanya digunakan untuk menyimpan file vektor, seperti logo atau ilustrasi vektor. Memiliki dukungan transparansi dan sangat baik untuk mencetak format besar.

 

JENIS FILE GABUNGAN ANTARA BITMAP & VEKTOR

.PDF: Singkatan dari Portable Document Format. File PDF bisa juga berupa gabungan antara bitmap & vektor (misalnya dalam layout buku, brosur, dsb.). Merupakan jenis file yang digunakan sebagai standar industri cetak untuk pemindahan file melalui e-mail dan fasilitas berbagi file lainnya, tanpa mengurangi kualitas desain asli. Seringkali diartikan sebagai versi digital dari sebuah hardcopy.

 

Ada hubungan apa antara mata kita dan warna-warna tertentu?

Tahukah Anda bahwa mata kita sangat sensitif terhadap warna-warna tertentu? Dan, tingkat sensitivitas mata ini juga pada akhirnya akan sangat berpengaruh pada saat Anda melihat warna pada hasil cetakan. Warna-warna yang sensitif ini terjadi karena pencitraan warna-warna tersebut jatuh sangat dekat dengan retina mata manusia, sehingga perbedaan sedikit saja akan sangat terlihat.

 

Berikut adalah warna-warna yang sangat sensitif terhadap mata manusia:

ABU-ABU

Warna abu-abu ini masuk dalam kategori pertama karena pencitraan dari warna yang satu ini jatuh tepat di retina mata manusia. Itulah sebabnya perbedaan sedikit saja dapat terlihat dengan jelas. Anda pasti dengan sangat mudah dapat menemukan belang pada hasil cetakan warna abu-abu.

Solusi: Jika hendak menggunakan warna abu-abu pada elemen desain Anda, gunakanlah hanya warna hitam pada swatch CMYK (misal: C=0 M=0, Y=0, K=70, dsb.). Hal ini akan meminimalisir risiko belang pada cetakan.

UNGU, TOSKA & COKELAT

Warna ungu, toska dan cokelat juga masuk dalam kategori warna sensitif karena pencitraan dari warna-warna ini jatuh di dekat retina mata manusia. Anda pun akan cukup mudah menemukan belang pada hasil cetakan jika menggunakan ketiga warna ini.

Solusi: Gunakan hanya tiga elemen warna pada swatch CMYK, di mana swatch warna ketiga adalah hitam (untuk menentukan intensitas gelap-terangnya). Dengan cara ini, risiko belang pada cetakan akan dapat diminimalisir.

Contoh aplikasi swatch CMYK untuk warna-warna ini yaitu:

>> Warna ungu ?? : C=100, M=50, Y=0, K=50

>> Warna toska ? : C=80, M=0, Y=20, K= 30

>> Warna cokelat: C=0, M=50, Y=100, K= 60

hp570

Bahan Digital Print

Pada dunia Percetakan Digital Printing Outdoor/Indoor materi bahan sangat banyak dan hampir dari setiap jenisnya sangat sulit untuk dibedakan. Berikut ini bahan – bahan yang sering digunakan untuk mencetak design outdoor atau indoor.

Continue Reading

card_finishing

5 Finishing Kartu Nama

Sudah jadi pengetahuan umum, kartu nama merupakan satu business kit vital dalam bisnis. Itu sebabnya, pembuatannya pun tidak boleh dilakukan dengan sembarang. Diperlukan kreativitas tinggi–serta kesesuaian dengan konsep perusahaan.

Siapa yang menyangka–hanya dengan “bertukar kartu nama”; seseorang dapat bertemu klien potensial yang mendatangkan banyak keuntungan? Apalagi, jika hal tersebut semata-mata disebabkan oleh desainnya yang dianggap menarik dan unik di mata si klien.

Pada selembar kartu nama, kita biasanya akan mencantumkan beragam informasi. Ini mencakup nama lengkap, alamat perusahaan/kantor personal, situs, nomor telepon, e-mail, faksimile, hingga sedikit gambaran tentang produk/jasa yang ditawarkan. Dalam kasus tertentu, tidak sedikit pula yang membubuhkan sedikit kreativitas di sana, seperti memasang foto diri, maupun QR Code yang merujuk situs tertentu, atau justru portofolio.

Sebenarnya, ada banyak cara untuk membuat orang tertarik pada kartu nama Anda. Faktor utama, tentulah soal desain dan kelengkapan informasi yang diberikan. Itu sebabnya, kendati hanya berwujud selembar kertas kecil; kartu nama dapat begitu “kuat” dan “penting” dalam menunjang bisnis Anda. Toh, siapa tahu ketertarikan tersebut bisa berlanjut pada kerja sama bisnis, bukan?

Pada akhirnya, meski kecanggihan teknologi memungkinkan Anda menyimpan seluruh informasi melalui jaringan cloud, tetap sulit bagi kita untuk meninggalkan kartu nama. Apalagi, mengingat “kekuatan” kartu nama terletak pada sifatnya yang mudah digunakan, kesan profesional, dan kepraktisan–sebab Anda tidak perlu repot-repot mencatat atau justru mengingat kontak. Nah, selain desain yang mumpuni, tahukah Anda bahwa finishing kartu nama juga turut mengambil andil dalam keberlangsungan bisnis?

Finishing untuk Tampilan Kartu Nama yang Lebih Baik.

Dalam dunia percetakan, finishing dapat dimaknai sebagai satu tahap akhir yang berperan penting pada hasil jadi. Biasanya, finishing kerap diberlakukan, agar hasil cetak jadi lebih awet dan tampak menarik. Nah, untuk hasil akhir kartu nama yang lebih menarik dan profesional, setidaknya, ada beragam jenis finishing yang bisa Anda aplikasikan. Apa saja?

1. Laminating Doff dan Glossy.

Laminasi, kerap kali disebut dengan laminating sebenarnya merupakan proses pelapisan bahan kertas, dengan plastik tipis. Selain menjaga agar kertas tetap awet dan tidak mudah luntur, laminasi sendiri bertujuan untuk mempercantik tampilan kertas.

Baik dalam dunia percetakan offline atau digital printing, sebenarnya laminasi merupakan satu hal yang lazim ditemukan. Nah, untuk kategori laminasi sendiri, Anda akan berhadapan dengan dua pilihan yang paling umum digunakan, yakni doff dan glossy.

Lapisan doff hadir dengan tampilan yang lembut. Beberapa orang bahkan menyamakannya, serupa menyentuh kain sutera. Hasil akhir dari laminating doff, yaitu tampilan yang tidak terlalu mengilat dan natural. Sebaliknya, karakteristik glossy kentara pada bahan plastik yang mengilat, licin, dan memantulkan sinar. Untuk kartu nama–atau jenis finishing lain berbahan kertas (contoh: pin), banyak orang cenderung menggunakan lapisan doff, ketimbang glossy. Adapun jenis laminating glossy, umum ditemukan pada brosur, flyer, dan katalog.

2. Hot Print.

Pernah melihat warna emas atau perak yang timbul pada kartu nama–maupun cetakan agenda/undangan pernikahan?

Itulah yang dinamakan cetak kartu nama hot print. Umumnya, teknik finishing ini melibatkan kertas tinta emas atau perak, yang sengaja di-press pada cetakan, sehingga menempel. Nah, jika Anda menginginkan kesan megah, elegan, dan eksklusif–ada baiknya menggunakan finishing hot print pada kartu nama. Adapun jenis finishing ini bisa terlihat jauh lebih mewah, apabila digabungkan dengan teknik cetak kartu nama emboss.

3. Cetak Timbul Emboss dan Deboss

Tidak serupa dengan hot print, baik emboss atau deboss–lebih menekankan pada proses menatah kertas dan membuatnya lebih bertekstur (3D). Nah, jika emboss berimbas pada proses cetak kartu nama timbul, deboss justru membuat cetakan jadi tampak “tenggelam”. Umumnya, teknik ini kerap digunakan untuk kartu undangan pernikahan, sampul buku, hingga beberapa jenis katalog. Namun, tidak menutup kemungkinan–Anda mungkin berminat untuk mencetak kartu nama unik dengan metode ini.

4. UV Spot dan Varnish

Secara umum, keduanya merupakan teknik pelapisan pada kertas. Berbeda dengan laminasi, UV spot dan varnish cenderung menggunakan cairan. Adapun serupa doff atau glossy, keduanya memberikan efek yang nyaris sama: halus dan mengilat. Hanya saja, UV spot dapat diterapkan pada area tertentu yang ingin di-highlight. Tidak heran, berdasarkan hasil jadi–Anda dapat menemukan beberapa spot yang tampak mencolok (atau jadi prioritas, contoh: logo perusahaan) ketimbang yang lain.

5. Die Cut dan Pond

Tidak hanya tampil lewat permukaan kertas, Anda juga bisa mencoba finishing kartu nama lewat teknik pemotongan bahan. Adapun die cut, merupakan teknik memotong kertas sesuai bentuk yang diinginkan. Biasanya, die cut ini amat bergantung pada desain yang dicetak. Nah, agar tampak rapi, proses pemotongan akan dilakukan dengan mesin khusus. Adapun teknik ini, biasanya digunakan untuk hasil cetakan sticker, undangan, kartu ucapan, booklet, atau tidak menutup kemungkinan: kartu nama.

Sementara itu, pond merujuk pada teknik memotong–namun tidak sampai terpisah. Efeknya, dapat dilihat dari beberapa bagian kertas yang menjadi lentur; sehigga mudah dilipat. Adapun teknik ini paling sering ditemukan dalam pembuatan kemasan berbahan kertas, seperti kardus atau duplex.

paper_guide

Kertas

Berbicara tentang design tidak lengkap jika kita tidak berbicara dengan hasil outputnya, Bisa berupa media digital maupun media cetak. Mungkin kalau media digital tidak terlalu beragam Karena memang outputnya hanya dari monitor saja, namun kalau media cetak ini banyak sekali hasilnya. Continue Reading